Kami Berdarah Lagi Kawan


Bahkan kita tidak dapat mendengar suara anak-anak di sana dengan suara tertawa,,mungkin saja mereka menyadari bahwa ayah mereka mati di depan mata mereka..

Mencabik-cabik kota gaza,,memisahkan anak-anak dari orang tuanya, menghancurkan masa depan setiap yang bernafas,kesal pun menjadi tak berarti,ntah kebiadaban apalagi yang harus gw tulis dsini,,tak ada hal yang mampu kita perbuat ,selain hanya do’a dan air mata.

Tragedi ini bukan hanya bagi umat islam,melainkan ummat manusia di seluruh dunia yang merasakan nya,betapa dengan mudah membantai  didepan mata dunia,,dimana seharus nya mereka memberi respons untuk menyelesaikan konflik.

Tidakkah Dunia ini mendengar Jeritan saudara kami disana sungguh perih ,seakan putus asa untuk melanjutkan hidup,hati yang penuh luka melihat begitu banyak amunisi serangan yang  menebus nyawa sanak famili.

Tak satu kata pun mampu terucap dari mulut mereka “ini fakta” hanya nyawa dan darah yang mampu mereka persembahkan untuk  melidungi Al aqsa,,” kami rela meski sanak family kami harus Mati saat sekutu2 mulai campur tangan melululantahkan  jalur gaza ini “ seakan Dunia tak mampu mendengar suara kecil kami.
.
Perih nya hati mereka sudah tak tertahan,,walau di iringi do’a penuh harap di setiap sudut bumi.
Dengarlah dan lihatlah …..
Penderitaan, jeritan, rintihan, teriakan kesakitan
Coba Rasakanlah kawan…..
Apa yang saudara-saudara kita di Palestina rasakan.

Tangisan seakan teriak pengaduan kekesalan mereka kepada dunia, tapi tak mampu satu makhlukpun yang mendengarkan.
Dimana Darah telah membanjiri GAZA,membangkitkan kesadaran kita,guna menguat langkah mereka,walau hanya sebatas Do’a.

Tak ada lagi kata kompromi untuk hancurkan HAM dan Demokrasi.

Menyaksikan anak-anak duduk menanti,yang barangkali sebentar lagi mereka tak ada lagi,
melihat ibu-ibu menciumi bayi-bayi mereka yang mungkin sewaktu-waktu peluru menghujani,
melihat anak-anak muda remaja yang gigih berjuang yang mungkin ini lah perjuangan traakhir mereka sebari berkata demi membangkitkan semangat orang –orang yang mereka sayangi “kami yang mati atau mereka yang tak bernyawa lagi”,
tapi Tolong dengarkan jeritan kami,,bumi palestina telah pekat dengan derita.

“Dimanakah kalian ?
Dimanah pemimpin kami ?
Dimana saudara-saudara kami?
Kemana mereka ?
Sungguh kami saat ini sendirian, terpojok dan kehilangan, dan kami terasing serta terpisah dari dunia. Tak seorangpun mendengar kami dan menjawab pertanyaan kami mengapa kami harus selalu begini.



0 komentar :

Posting Komentar

putra arjuna. Diberdayakan oleh Blogger.

Independent Story

Putra Arjuna

We are not crazy,my reality is just diffrent from yours

Blogger Energy

Photobucket